NGAWI, Resnsi.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Ngawi, jumat, ( 14/8/2026) lalu menggelar nonton bareng pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam rangka HUT RI ke 81 di ruang paripurna.
Nobar ini juga dihadiri seluruh anggota Forkopimda Kabupaten Ngawi, diantaranya Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko, juga hadir Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama yang duduk bersebelahan dengan Dandim 0805 Letkol Arh Setu Wibowo, selain seluruh anggota DPRD.
Ketua DPRD Ngawi, Kartiko Yuwono ( King ) menyebut acara ini berjalan sukses seperti yang diharapkan tanpa ada gangguan tehnis dan lainya. Bahkan suasana terasa sangat spesial ketika Prabowo memperkenalkan seorang petani Ngawi yang sengaja di undang oleh istana menghadiri pidato kenegaraan ini dalam sidang DPR RI.
Petani bernama Joko Purnomo warga Purwosari kecamatan Kwadungan ini menarik perhatian Prabowo karena kesuksesanya memanen padi hingga tiga kali dalam setahun di lahan pertanianya.
Menurut King, sosok Joko pantas diberi apresiaasi karena turut mengangkat nama kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung padi nasional.
“Dalam acara (nobar ) pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI ke 81 ini, ada yang istimewa bagi Ngawi ketika pak Joko Purnomo mendapat apresiasi dari Presiden karena produktifitas dan kesetiaan beliau selama 20 tahun dibidang pertanian, dan ini merupakan simbol jika di Ngawi patut disebut daerah pilar ketahanan pangan nasional,” kata King menanggapi bangga munculnya petani Ngawi dalam pidato Prabowo yang saksikan oleh seluruh pimpinan lembaga di Indonesia ini.
Selain itu, dari beberapa paparan tentang proyek strategis nasional dari pidato Prabowo, jika ditarik kedekatanya dengan kabupaten Ngawi, menurut King, sekolah rakyat yang dibangun di kabupaten Ngawi adalah harapan bagi masyarakat Ngawi yang mengalami kendala dalam hak pendidikan.
“Kita berharap sekolah rakyat bisa menjaring murid yang benar benar membutuhkan pendidikan bukan sekedar monumen saja, dimana bisa menampung para anak yang mengalami keterbatasan sehingga mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkasnya.










