NGAWI, Resensi.co.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, memiliki terobosan tersendiri untuk mengatasi kelemahan kompetensi yang dimiliki angkatan tenaga kerja kabupaten Ngawi untuk bisa bekerja di perusahaan yang kini banyak berdiri di Ngawi, terutama perusahaan PMA.
Calon tenaga kerja yang diterima diperusahaan PMA akan langsung berstatus magang hingga dinilai sudah berkompeten dalam pekerjaanya dibanding melalui proses pelatihan.
Cara ini menurut Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum merupakan hasil komitmen antara pemkab Ngawi dan perusahaan PMA untuk secepatnya mengurangi angka Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT ), selain sertifikat kompetensi yang harus dikantongi pekerja meskipun sebelumnya DPPTK juga memberikan pembekalan selama 20 hari.
“Lulusan SMK di Kabupaten Ngawi memang belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan perusahaan ( baru ) karena kebetulan seluruhnya PMA, standart mereka memang tinggi, oleh karena itu Pemda bersinergi dengan perusahaan untuk status pemagangan, jadi bukan pelatihan tapi langsung pemagangan, setidaknya mereka langsung praktek dan ada proses adaptasi,” kata Nilam saat mendampingi Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko ( Antok ) dalam acara Grisa Job Fair 2026, Rabu, (13/5/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh SMK PGRI 1 Ngawi ini diminati oleh sekitar 1.000 orang pelamar kerja terutama alumni sekolah. Sedikitnya 25 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan 17 di antaranya merupakan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutanya Antok mengatakan, job fair merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam menjawab kebutuhan ketenagakerjaan di Kabupaten Ngawi.
“Job fair ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perusahaan atau industri. Fungsi kita menjembatani kebutuhan tenaga kerja perusahaan agar bisa terpenuhi, sekaligus memastikan potensi SDM Kabupaten Ngawi bisa terserap di berbagai lapangan pekerjaan,” kata Wabup Antok, yang juga didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Lena, dan Kepala Sekolah PGRI 1 Ngawi Farid Samsul Hadi, saat memberikan keterangan pers.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi mengalami peningkatan, dan angka kemiskinan akan terus menurun.
Ia juga menambahkan, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu parameter penting bagi investor sebelum menanamkan modal di daerah.
“Investor melihat bagaimana kualitas dan kuantitas SDM kita. Itu menjadi salah satu indikator atau parameter sebelum mereka menanamkan investasi di Kabupaten Ngawi, ini bentuk nyata upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat dalam mencari pekerjaan,” pungkasnya.










