Beranda / Ngawi / Ditengarai Ngawi Jadi Pasar Pupuk Ilegal, Angota DPR RI ini Serukan Evaluasi Kebijakan Tata Niaga Pupuk

Ditengarai Ngawi Jadi Pasar Pupuk Ilegal, Angota DPR RI ini Serukan Evaluasi Kebijakan Tata Niaga Pupuk

NGAWI, Resensi.co.id – Tingginya kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Ngawi dan kelebihan jatah di daerah lain terutama Jawa Timur disinyalir menjadi magnet bagi para penyeludup pupuk bersubsidi sebagai pasar.

Berbagai modus mulai dari pemindahan jatah pupuk dari daerah lain yang berlebih hingga pemalsuan terungkap dalam diskusi dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pupuk Palsu yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia di Ngawi, Senin,(11/5/2026).

Acara yang dibuka oleh anggota DPR RI Komisi VI , Budi Sulistyono Kanang ini mengungkap perlunya perubahan tata niaga pupuk dan ketidaktepatan sasaran dan alokasi pupuk bersubsidi di Indonesia.

“Ngawi ternyata menjadi pasar pupuk yang luar biasa, pupuk bersubsidi yang berlebih di daerah lain seperti Madura, Lamongan, Bondowoso, Situbondo dan beberapa tempat lainya mendorong para penyelundup memasukan pupuk tersebut  ke Ngawi, dan menjual dengan harga non subsidi, ini pelanggaran,” ungkap Kanang menanggapi tengarai tersebut.

Namun Kanang tidak hanya menyoroti pelanggaranya, lebih jauh politisi dari Fraksi PDIP Dapil Jawa Timur VII ini melihat adanya faktor ketidaktepatan sasaran akibat kelemahan tata niaga pupuk bersubsidi.

“Kita tidak hanya melihat pelanggaranya, tapi pasarnya, karena kenyataanya Ngawi masih memerlukan pupuk subsidi melampaui yang dijatahkan, nah ini harus di evaluasi, adanya pupuk bersubsidi yang tidak tepat sasaran,” terangnya kemudian.

“Pasti ada kesalahan tata niaga, teknisnya tidak tepat, perlu ada pembenahan agar petani dapat memproduksi padi lebih maksimal, atau kata lain harus ada evaluasi kuota di masing-masing daerah, itu yang paling utama,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi memastikan dinasnya sangat intensif dalam mengawasi penyaluran pupuk di wilayahya.

“Kabupaten Ngawi memiliki luas tanam dan intensitas pertanian yang tinggi, sehingga kebutuhan pupuk menjadi faktor penting, dalam menjaga produksi dan produktifitas, untuk itu pihaknya terus berupaya memastikan pupuk bersubsidi terus diterima petani tepat sasaran, jumlah, waktu, mutu dan harga,” kata Supardi tentang alokasi pupuk bersubsidi di Ngawi.

Alokasi Pupuk Subsidi Kabupaten Ngawi 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *