NGAWI – Resensi.co.id – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( DPD LDII ) Kabupaten Ngawi kembali memilih Yadi sebagai Ketua DPD LDII Ngawi untuk periode 2026 – 2031. Keterpilihan ini hasil aklamasi bulat dari 19 Pimpinan Cabang sekabupaten Ngawi, pada Musyawarah Daerah ( MUSDA ) ke 10 di Pendopo Wedya Graha, Kamis ( 21/5/2026).
Agenda lima tahunan tersebut dibuka langsung Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi.
Dalam sambutannya, Ony menegaskan Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk menyusun arah program kerja lima tahun ke depan agar selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Ini bagian dari agenda rutin lima tahunan untuk refreshing kepengurusan. Tapi juga merencanakan program kerja lima tahunan yang saya rasa selaras dengan RPJMD Kabupaten Ngawi,” ujar Ony usai pembukaan kepada awak media.
Keselarasan ini menurut Ony salah satunya diwujudkan dalam bentuk pengembangan pertanian ramah lingkungan dan kemandirian pangan masyarakat, termasuk mendorong praktik pertanian organik berkelanjutan.
“LDII sangat konsen bagaimana keluarga besarnya mendukung kemandirian pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, termasuk pertanian organik,” paparnya.

Langkah LDII Ngawi untuk seirama dengan pembangunan pemerintah juga diamanatkan oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi, kepada ketua baru yang terpilih agar LDII tetap menempatkan penguatan nilai kebangsaan dan kerukunan sosial sebagai fondasi utama sebelum menjalankan aktivitas dakwah.
“Saya berharap pelaksanaan Musda ke-10 LDII Ngawi mencerminkan peran organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga mulai aktif mengambil bagian dalam isu pembangunan sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya sembari tetap menjalin komunikasi antar lembaga keagamaan demi menjaga stabilitas sosial.
“Kalau wilayah tidak aman, bagaimana bicara dakwah, pendidikan, dan lainnya. Karena itu yang paling utama adalah membangun nilai kebangsaan dan kerukunan,” pungkasnya Amrodji.










