Beranda / Ngawi / Telusuri Penumpukan Pendaftaran Siswa di SMP Tertentu, Komisi II DPRD Ngawi Sidak Pelaksanaan SPMB

Telusuri Penumpukan Pendaftaran Siswa di SMP Tertentu, Komisi II DPRD Ngawi Sidak Pelaksanaan SPMB

NGAWI – Resensi.co.id – Komisi II DPRD Ngawi  melakukan  inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Ngawi untuk mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP, Selasa (9/6/2026).

Sidak ini dilakukan menyusul adanya tengarai penumpukan pendaftaran di sejumlah SMP Negeri tertentu, sementara sekolah lainnya cenderung masih longgar.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Amin Sunarto, mengatakan sidak dilakukan untuk memantau secara langsung proses penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri, dan hasilnya laporan tersebut benar adanya.

“Hasil sidak fokus pada SPMB. Beberapa sekolah jumlah peminatnya lebih banyak dari kuota. Ada juga yang masih longgar,” kata Amin Sunarto.

Menurutnya, sejumlah sekolah favorit seperti SMP Negeri 1 Ngawi dan SMP Negeri 2 Ngawi memiliki jumlah pendaftar yang cukup tinggi. Sementara di beberapa sekolah lain, jumlah pendaftar masih relatif merata dan belum memenuhi kuota secara maksimal.

Amin mencontohkan, berdasarkan hasil sidak, jumlah pendaftar di SMP Negeri 5 Ngawi masih cenderung rata-rata dibanding sekolah favorit lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Komisi II DPRD Ngawi mendorong adanya pemerataan mutu dan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terfokus mendaftarkan anaknya di sekolah-sekolah tertentu.

“Kami mendorong agar adanya pemerataan mutu dan kualitas pendidikan, termasuk bagi pendidiknya,” ujarnya.

Selain memantau proses seleksi, DPRD juga menyoroti masih kuatnya anggapan mengenai sekolah favorit di tengah masyarakat. Padahal, sistem SPMB dirancang untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh sekolah.

Komisi II DPRD Ngawi berharap seluruh sekolah terus meningkatkan mutu layanan pendidikan agar mampu menarik minat masyarakat secara lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu.

Sementara itu, proses pendaftaran SPMB di Kabupaten Ngawi telah dibuka sejak 2 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 18 Juni 2026. Pada pelaksanaannya, terdapat empat jalur penerimaan yang diterapkan, yakni jalur domisili sebesar 40 persen, jalur prestasi 35 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi 5 persen.

Tahap pertama SPMB jenjang SMP dimulai melalui seleksi jalur prestasi dengan kuota sebanyak 35 persen dari total keseluruhan penerimaan siswa baru. Pengumuman hasil seleksi jalur prestasi sendiri telah dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *