Beranda / Ngawi / Tekan Penyebaran PMK dan LSD, DPP Ngawi Periksa Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Tekan Penyebaran PMK dan LSD, DPP Ngawi Periksa Hewan Kurban Jelang Idul Adha

NGAWI, Resensi.co.id – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban secara intensif di pasar hewan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan saat Hari Raya Idul Adha.

Seperti yang dilakukan saat hari pasaran ( waktu tradisi transaksi ) Pasar Hewan Kecamatan Ngawi, Rabu, (29/3/2026) yang lalu, saat tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yang diperjualbelikan.

Pemeriksaan dilakukan seiring mendekati momentum Hari Raya Idul Adha, saat permintaan hewan kurban mulai meningkat. Tidak hanya aktivitas di pasar hewan, pemeriksaan juga akan terus dilakukan pada ternak milik warga yang akan dijadikan hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Tony Wibowo, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada sapi dan kambing.

Pemeriksaan intensif ini untuk mewaspadai penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease atau LSD pada ternak. Sementara untuk kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK, disebutkan saat ini relatif terkendali.

Tim yang terdiri dari petugas dan dokter hewan memeriksa setiap hewan di pasar, mulai dari perilaku hingga kondisi fisik. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan antemortem, yakni untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat.

“Baik LSD maupun PMK itu adalah penyakit hewan menular strategis yang perlu kita waspadai, karenanya kita lakukan pemeriksaan secara detail terhadap hewan ( sapi dan kambing ) yang beredar di Kabupaten Ngawi, untuk meminimalisir penyebaran penyakit tersebut” kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Tony Wibowo, (4/5/2026).

“Dalam hal pemeriksaan khusus hewan kurban, ada dua kali pemeriksaan yaitu sebelum disembelih ( ante-mortem ) dan setelah disembelih ( post- mortem), biasanya dilokasi penyembelihan baik itu di mushola maupun RPH sehingga layak untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkas Tony yang memastikan sejauh ini tidak ada temuan penyakit menular hewan yang mengkwatirkan di Ngawi menjelang Hari Raya Idul Adha.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *